Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.
Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.
- Perubahan akibat belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotor. Tidak terbatas hanya penambahan pengetahuan saja.
- Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
- Perubahannya tidak harus langsung mengikuti pengalaman belajar. Perubahan yang segera terjadi umumnya tidak dalam bentuk perilaku, tapi terutama hanya dalam potensi seseorang untuk berperilaku.
- Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.
- Perubahan akan lebih mudah terjadi bila disertai adanya penguat, berupa ganjaran yang diterima - hadiah atau hukuman - sebagai konsekuensi adanya perubahan perilaku tersebut.
- perasaan bangga dalam diri karna dapat mengerti dan paham akan apa yang di pelajari
TIPS
3. BELAJAR
MATERI LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN
TUGAS DAN LAPORAN
BUKU KEHUTANAN
18. NILAI BIOLOGI, EKONOMI DAN BUDAYA DARI SUMBERDAYA ALAM
31. UU NO 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEM
KAWASAN KONSERVASI
HHBK
FAUNA
DATA KEGIATAN
KEPECINTA ALAMAN
CURAT-CORET
JAMUS JENIS TANAMAN
1. AGHATIS
2. BAKAU
3. BINTANGUR
4. BINUANG
5. BURONGGANG
6. CEMARA
7. CEMPAGA
8. DAMAR LILIN
9. DAU
10. DURIAN
11. EUKALYPTUS
12. GAHARU
13. GINTUNG
14. GIYAM ITAM
15. HURU
16. HURU MENYAN
17. JABON
18. JELUTUNG
19. KALAT-KALAT
20. KAMFER
21. KAYU ITAM
22. KEMIRI
23. KEMPAS
24. KERUING
25. KIMEYONG
26. KOLAKA
27. MEDANG
28. MEDANG API
29. MERBAU
30. MINDI
31. NYATO
32. PASANG
33. PETALING
34. PULAI
35. RASAMALA
36. RENGAS
37. SANINTEN
38. SIMPUR
39. SONOKELING
40. SUNGKAI
41. TANJUNG
42. TEMBESU
43. ULIN
janganlah engkau mencoba utuk berhenti belajar,.....
belajar sampai mampus...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar